Panduan Mengurus SNI

Panduan Mengurus SNI

logo sni 200x179 Panduan Mengurus SNIStandar Nasional Indonesia (SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN (Badan Standarisasi Nasional). SNI dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan utamanya yaitu untuk melindungi konsumen selaku pemakai produk. Produk yang kualitasnya tidak sesuai standar SNI, tidak diijinkan beredar di pasar.
Standar SNI dikenakan pada berbagai produk seperti tabung LPG, helm, lampu, kabel listrik, pupuk, kopi, teh, kakao, minuman, berbagai jenis minyak, gula, tepung, produk besi dan baja, kaca, karet, ban, dan berbagai bahan konstruksi. Bagi produsen, prosedur mengurus SNI tentu menjadi hal yang penting untuk dipahami.

Oleh karena itu, berikut  kami sampaikan tata cara permohonan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT) SNI kepada Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Standarisasi (LSPro-Pustan) Departemen Perindustrian (Deperin) seperti yang dipaparkan dalam dokumen LSPro-Pustan/P.19.:

1.       Mengisi Formulir Permohonan SPPT SNI
Daftar isian permohonan SPPT SNI dilampiri:

a.       Fotokopi Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu SNI 19-9001-2001 (ISO 9001:2000) yang dilegalisir. Sertifikasi tersebut diterbitkan Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu (LSSM) yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

b.      Jika berupa produk impor perlu dilengkapi sertifikat dari LSSM negara asal dan yang telah melakukan Perjanjian Saling Pengakuan (Mutual Recognition Arrangement/MRA) dengan KAN.
Proses pada tahap pertama ini biasanya berlangsung selama satu hari.

2. Verifikasi Permohonan

LSPro-Pustan melakukan verifikasi meliputi : semua persyaratan untuk SPPT SNI, jangkauan lokasi audit, kemampuan memahami bahasa setempat (jika ada kesulitan, perlu penerjemah bahasa setempat untuk audit kesesuaian). Selanjutnya akan terbit biaya (invoice) yang harus dibayar produsen. Proses verifikasi perlu waktu satu hari.

3. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen

a.       Audit Kecukupan (tinjauan dokumen) : Memeriksa kelengkapan dan kecukupan dokumen sistem manajemen mutu produsen terhadap persyaratan SPPT SNI. Bila hasilnya ditemukan ketidaksesuaian kategori mayor maka permohonan harus melakukan koreksi dalam jangka waktu dua bulan. Jika koreksi produsen tidak efektif, permohonan SPPT SNI akan ditolak.

b.      Audit Kesesuaian : Memeriksa kesesuaian dan keefektifan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lokasi produsen. Bila hasilnya ditemukan ketidaksesuaian, pemohon harus melakukan koreksi dalam jangka waktu dua bulan. Jika tindakan koreksinya tidak efektif, maka LSPro-Pustan Deperin akan melakukan audit ulang. Bila hasil audit ulang tidak memenuhi persyaratan SNI, pemohonan SPPT SNI produsen ditolak.
Proses audit biasanya perlu waktu minimal 5 hari.

4. Pengujian Sampel Produk

Jika diperlukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium, pemohon menjamin akses Tim Asesor dan Petugas Pengambil Contoh (PPC) untuk memperoleh catatan dan dokumen yang berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu. Sebaliknya, LSPro-Pustan Deperin menjamin para petugasnya ahli di bidang tersebut. Pengujian dilakukan di laboratorium penguji atau lembaga inspeksi yang sudah diakreditasi. Jika dilakukan di laboratorium milik produsen., diperlukan saksi saat pengujian. Sampel produk diberi Label Contoh Uji (LCU) dan disagel. Proses ini butuh waktu minimal 20 hari kerja.

5. Penilaian Sampel Produk

Laboratorium penguji menerbitkan Sertifikasi Hasil Uji. Bila hasil pengujian tidak memenuhi persyaratan SNI, pemohon diminta segera melakukan pengujian ulang. Jika hasil uji ulang tak sesuai persyaratan SNI, permohonan SPPT SNI ditolak.

6. Keputusan Sertifikasi

Seluruh dokumen audit dan hasil uji menjadi bahan rapat panel Tinjauan SPPT SNI LSPro-Pustan Deperin. Proses penyiapan bahan biasanya perlu waktu 7 hari kerja, sementara rapat panel sehari.

7. Pemberian SPPT-SNI

LSPro-Pustan melakukan klarifikasi terhadap perusahaan atau produsen yang bersangkutan. Proses klarifikasi ini perlu waktu 4 hari kerja. Keputusan pemberian sertifikat oleh Panel Tinjauan SPPT SNI didasarkan pada hasil evaluasi produk yang memenuhi : kelengkapan administrasi (aspek legalitas), ketentuan SNI, dan proses produksi serta sistem manajeman mutu yang diterapkan dapat menjamin konsistensi mutu produk. Jika semua syarat terpenuhi, esoknya LSPro-Pustan Deperin menerbitkan SPPT SNI untuk produk pemohon.

Indonesia Type Approval Wirelles Barcode


Specifications

Models BHT-710BWB-CE
Controller OS Windows CE 5.0 Professional
CPU PXA270 624MHz
Memory RAM 128MB
Flash ROM 128MB
Display Size 240×320 dots (QVGA)
Display Device Liquid crystal dot matrix color display
Frontlight LED Type
Scanner Pointer Advanced Scanning System
Scanning area 700mm1
Readable code EAN-13/8,UPC-A/E(with add-on),Interleaved 2 of 5, CODEBAR(NW-7),CODE39,CODE93,CODE128, (EAN-128),STF,MSI,RSS
Resolution Barcode 0.125mm
Reading conformation 2-Color LED(red, blue),Vibrator
Keyboard Keyboard Number of keys 45 Keys(alpha keypad)+3 Trigger Keys
Communications Optical I/F System Infra-red(IrDA-SIR Ver.1.2[Low Power] compliant)
Speed 115.2kbps MAX.
Range Approx 0.15m
Wireless I/F5 Standard IEEE 802.11 a/b/g
Frequency 802.11a:5GHz 802.11b/g:2.4GHz
Transmission distance2 802.11a: Indoors:Approx 50m 802.11b/g: Indoors:Approx 175m,
Modulation method OFDM,DSSS
Communication Speed2 802.11b: 11/5.5/2/1 Mbps, 802.11a /g: 54/48/36/24/18/12/9/6 Mbps
Security WEP40.128,WPA-PSK(TKIP),WPA2-PSK(AES)WPA-1x(TKIP/EAP-TLS,PEAP),WPA2-1x(AES/EAP-TLS,PEAP),802.1x(EAP-TLS,PEAP)
Bluetooth Bluetooth Ver 2.0 compliant
WAN
Cradle I/F RS-232C/USB client
Audio I/F Microphone, Earphone, Receiver
Power supply Main power Lithium ion battery cartridge
Operation hours3 Approx 8 hours
Auxiliary functions Clock,beeper,vibrator, low battery indication
Environment requirements Operating temperature range -10°C to 50°C
Water splash resistance IP54
Drop resistance strength4 1.2m(1.5m×Multiple)
Weight Approx 330g

Indonesia Type Approval Denso Wirelles Barcode


Specifications

Model BHT-604QW
Memory 16 MB (user file area approx. 8.7 MB)
Display Size(1) 240 × 320 dots (QVGA)
Inches 2.8 inch
Display device Liquid crystal dot matrix color display
Scanner Readable Codes 2-dimensional codes QR Code, Micro QR Code, DataMatrix (ECC200), PDF417,Micro PDF417, Maxi Code, GS1-DataBar Composite
Barcodes EAN-13/8(JAN-13/8), UPC-A/E, UPC/EAN with add-on, Interleaved 2 of 5, CODABAR(NW-7), CODE39, CODE93, CODE128(EAN-128), RSS(GS1-DataBar)
MinimumResolution 2-dimensional codes 0.25 mm
Barcodes 0.15 mm
Scanning reference position 105 mm
Marker Area guide marker
PCS Value 0.45 or higher
Skew angle 360°
Angle of elevation/slope ±35°
Scanning confirmation 3-color LED (red, green & blue), beeper and vibration
Key pad Number of keys 28 keys (incl. power key) + 2 trigger keys + cursor keys
Communications Optical I/F Communication system Infrared (IrDA Ver.1.3 physical layer compliant)
Communication speed 4 Mbps MAX.
Transmission distance Approx. 0.15 m MAX.
Wireless I/F Standard IEEE802.11 b/g
Wavelength 2.4 GHz
Number of channels 13
Transmission distance(2) Indoors: Approx. 75 m, Outdoors: Approx. 200 m
Modulation system Spread spectrum system (direct sequence), orthogonal frequency division multiplexing
Communication speed(2) 54 Mbps MAX.
Access system Infrastructure mode, ad-hoc mode
Security WEP40,128, WPA-PSK(TKIP), WPA2-PSK(AES), WPA-1x(TKIP/EAP-TLS, PEAP), WPA2-1x (AES/EAP-TLS,PEAP), 802.1x(EAP-TLS,PEAP)
Cable I/F RS-232C (115.2 kbps MAX.)
Power supply Main battery Lithium-ion battery
Operation hours 27 hours(3)
16 hours(4)
Auxiliary functions clock, beeper, vibration, low-battery indication and remote wake-up function
Environment Requirements Operating temperature -5°C to 50°C
Protection rating IP54
Drop resistance 30 times from 1.2 m
Weight (incl. battery) Approx. 275 g